dosis insektisida spontan per tangki
Pemberianinsektisida ini menggunakan dosis satu sendok makan/ 10 liter air. Diharapkan dengan pemberian insektisida ini serangga vektor penyakit embun jelaga dapat diminimalisir sehingga tidak merugikan petani. Anjuran pemakaian insektisida sebenarnya merupakan langkah terakhir disaat keberadaan penyakit atau hama sudah mencapai ambang batas.
UntukDosis Aplikasi Spontan 400 SL Pada Tanaman. Jagung : belalang Locusta migratoria (Penyemprotan volume tinggi : 2 - 4 ml/l) Kacang hijau : penggerek polong Maruca testulalis (Penyemprotan volume tinggi : 1,5 l/ha) Kedelai : lalat bibit Ophiomya phaseoli (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1 ml/l)
Divideo ini berisi dosis Balistic per tangki serta reviewnya secara singkat dan jelas, agar kalian yang masih ragu untuk menggunakan insektisida Balistic 50
InsektisidaCuracron 500EC; Isektisida Besvidor 25 WP-100 Gram- Pembasmi Ulat Grayak Pada Tanaman Cabai & Padi; Insektisida Barrier 5GR Isi 1 Kg; Bona 500EC 400 ml Obat Hama Wereng dan Serangga; BULDOK 25 EC; Insektisida Baycarb 500 EC; BIONIK 40 Ec; Insektisida Amazone 80EC - 200ML; ABENZ 22 EC - 250 ML; Insektisida ARES 100 SL nitenpyram 100g/l obat wereng
Jentiknyamuk di air dangkal (dalam ~ 10 cm) dapat dikontrol dengan 1 bagian pirimiphos-metil 50% EC dicampur dengan 99 bagian air (0,5%) dan diterapkan pada volume 100 l / ha (10 ml/m2) . Pada tingkat 0,5-0,1% ai, tergantung pada kedalaman air, penindasan jentik nyamuk, dengan ulangan setelah 5-8 hari, dapat dicapai.
Sz Online Partnersuche Er Sucht Sie. Penggunaan dosis pestisida yang tepat, hama dan penyakit tanaman dapat dikendalikan. Penggunaan pestisida dalam konsep penanganan hama terpadu PHT merupakan rekomendasi terakhir. Dalam konsep PHT, penggunaan pestisida harus memenuhi enam tepat yaitu 1 tepat sasaran, 2 tepat mutu, 3 tepat jenis pestisida, 4 tepat waktu, 5 tepat dosis atau konsentrasi, dan 6 tepat cara penggunaan. Aplikasi Pestisida Tepat Dosis Tepat Sasaran Pestisida yang digunakan harus berdasarkan jenis hama dan penyakit tananam yang menyerang. Pestisida yang bersifat sapu rata bisa membunuh banyak hama dan penyakit tidak diijinkan peredarannya. Tepat Mutu Pestisida yang digunakan harus bermutu baik, terdaftar dan diijinkan oleh Komisi Pestisida. Tepat Jenis Pestisida Pilih jenis pestisida yang dianjurkan untuk mengendalikan suatu jenis hama dan penyakit pada suatu jenis tanaman. Tepat Waktu Penggunaan Waktu penggunaan pestisida harus tepat, yaitu pada saat hama dan penyakit mencapai ambang pengendalian. Waktu penyemprotan dilakukan pada pagi atau sore hari ketika suhu udara < 30 oC dan kelembaban udara 50-80%. Tepat Dosis atau Konsentrasi Formulasi Dosis atau konsentrasi formulasi harus tepat yaitu sesuai dengan rekomendasi anjuran pada label pestisida. Tepat Cara Penggunaan Penggunaan pestisida dapat diaplikasikan dengan cara disemprotkan, penyiraman, perendaman, penaburan, pengembusan, pengolesan, dll. Informasi tersebut dapat diperoleh dari brosur atau label kemasan pestisida. Cara menghitung dosis Pestisida Kali ini kita akan membahas tentang cara menghitung dosis pestisida. Dosis pestisida yang tepat dapat mengendalikan hama dan penyakit sasaran secara efektif dan efisien. Efektif karena hama dan penyakit dapat dikendalikan dan tidak boros penggunaan pestisida. Jadi perlu diketahui berapa dosis pestisida per tangki nya. Sebelum menentukan dosis pestisida, ada baiknya kita ketahui pengertian dosis pestisida. Dosis pestisida adalah jumlah pestisida yang dicampurkan atau diencerkan dengan air yang digunakan untuk menyemprot hama atau penyakit dengan luas tertentu. Pada label kemasan pestisida, ada beberapa satuan dalam menuliskan dosis, antara lain 3-5 g/L 3-5 ml/L 100-200 g/ha 100-200 ml/ha Untuk dosis no. 1 dan no. 2, penghitungan dosis dengan mudah dihitung dengan mengkalikan dosis dan kapasitas tangki. Contoh No 1. Dosis 3-5 ml/L —- kita pakai yang 5 ml/L Kapasitas tangki = 14 liter Dosis untuk 1 tangki 14 liter = 5 x 14 = 70 ml/14 L = 70 ml/tangki Penghitungan dosis tersebut berlaku juga untuk no 2. Akan tetapi penghitungan dosis untuk no 3 dan no 4 harus ditentukan dulu volume semprotnya. Volume semprot yang biasa dianjurkan adalah 300 L/ha, 400 L/ha dan 500 L/ha. Contoh No 3 Dosis 100-200 g/ha —-kita pakai yang 200 g/ha Volume semprot = 400 L/ha Kapasitas tangki = 14 liter Hitung dosis per liter = 200/400 L x 1 L = 0,5 ml/L Dosis untuk 1 tangki 14 liter = 0,5 ml/L x 14 = 7 ml/14 L atau 7 ml/tangki Penghitungan dosis tersebut berlaku juga untuk no 4 Berikut video tutorial, Cara Menghitung Dosis Pestisida Demikian cara menghitung dosis pestisida agar tepat dosis. Dosis pestisida yang tepat dapat mengendalikan hama dan penyakit sasaran secara efektif dan efisien. Artikel terkait Tips Cara Menghitung Dosis Pestisida yang Tepat Agar Hama dan Penyakit Mati Seketika
Dosis siklon per tangki. Kali ini saya akan membahas tentang insektisida siklon 5,7 saya mulai dari bahan aktif, manfaat, dosis pemakaian serta harga dari produk siklon 5,7 merupakan racun kontak dan lambung yang memiliki bentuk butiran berwarna putih yang dapat didispersikan dalam air. Pestisida ini dipakai untuk mengendalikan hama pada berbagai macam ini hama yang sedang viral, sedang tenar dan sedang merajalela selain tikus ada juga hama ulat yang menyerang jagung di padi tanaman apapun bawang merah dan musim ini adalah yang susah dikendalikan adalah ulat, karena ulatnya kadang ada di dalam intinya ulatnya sembunyi di dalam daunnya. Oleh karena itu ini produk dari Nufarm ini bagus sekali bisa menyapu bersih ulat yang sangat membandel dan mengendalikan hama pada tanaman bawang merah, cabe, jagung dan tanaman apa pun Anda yang belum pernah mencoba silakan bisa dibuktikan kualitas dan efektivitas dari siklon kegunaan dan manfaatnya ampuh mengendalikan berbagai hama seperti ulat grayak, ulat krop maupun penggerek batang seperti sundep dan lain dari PT Nufarm Indonesia ini memiliki bahan aktif emamektin benzoat sebesar 5,7 aktif yang ada pada insektisida siklon ini mampu membasmi hama ulat grayak, sundep, pengorok daun, penggerek buah dan kutu banyak hama sasaran namun tetap aman bagi serangga yang menguntungkan petani, memiliki efek translaminar atau mampu menembus jaringan daun sehingga insektisida ini lebih efektif dalam hal membasmi dosis pemakaian yang dianjurkan dari insektisida ini cukup irit yaitu menggunakan takaran 0,1 sampai 0,3 Gram per liter Sedangkan untuk harga dari insektisida ini ialah kisaran perbungkus dengan isi 25 Dosis Siklon per TangkiBerapa dosis insektisida siklon. Cara untuk mengkonversi dosis penyemprotan yang biasanya di kemasan itu tertera dalam gram per liter ataupun gram per hektar itu, bisa kita konversi menjadi sendok makan per untuk pengaplikasian pupuk maupun pestisida, harus tepat waktu dan dosis itu sudah ada aturannya pada tiap-tiap kemasan produk, hanya saja khusus untuk produk-produk tertentu dosisnya tertulis dalam satuan gram per liter atau bahkan ada yang dalam gram per ketika kita melakukan penyemprotan di lahan, alat yang umum kita pakai untuk menakar adalah sendok makan, sehingga bagi petani pemula perlu mengetahui caranya menentukan dosis tersebut dalam satuan sendok makan per ini cara untuk mengkonversi dosis gram per liter menjadi takaran sendok makan per kita ketahui bahwa 1 sendok makan itu kira-kira sama dengan 15 jika dosis yang tertera pada kemasan itu adalah dua gram per liter, maka untuk tangki spray 16 l kita membutuhkan sebanyak 32 bisa kita konversikan menjadi dua sendok makan per Bagaimana jika dosis yang tertera pada kemasan produk itu gram per hektar?Kita harus perhatikan dulu berapa volume semprotnya, contohnya jika tertera volume semprot 180 liter per hektar, maka artinya setiap satu hektar kita membutuhkan larutan banyak 180 l dan jika asumsinya kita menggunakan tangki 16 liter maka diperlukan 11 tangki dalam satu demikian dosis 320 gram per hektar itu = 29 gram per tangki atau sebanyak dua sendok makan dan diberikan sebanyak 11 tangki untuk satu Ha Demikianlah tentang insektisida siklon dan dosis siklon per tangki.
Unduh PDF Unduh PDF Siapa pun yang banyak berada di luar ruangan saat musim penyebaran nyamuk atau yang memiliki kebun pasti mengetahui pentingnya mengendalikan serangga di sekitar rumah. Namun, tidak semua orang senang menggunakan insektisida kimia sintetis. Untungnya, ada beberapa langkah yang bisa diikuti untuk membuat sendiri insektisida alami di rumah. Sebagian besar “resep” insektisida ini membutuhkan bahan-bahan sederhana yang bisa ditemukan di rumah sehingga mudah dibuat dan efektif membasmi serangga seperti kutu, kumbang, dan tungau. Kuncinya adalah penggunaannya karena agar dapat membunuh secara efektif, serangga harus terkena insektisida secara langsung. Bahan 950 ml air 20 ml sabun cair 2 sendok teh 10 ml minyak mimba atau neem opsional 1 sendok teh 5 ml cuka apel opsional 1 umbi bawang putih, kupas kulitnya 950 ml air, bagi menjadi beberapa bagian 1 ¼ sendok makan 20 ml sabun cair 3 sendok makan 45 gram cabai kering atau 10 buah cabai segar, seperti cabai cayenne, jalapeno, atau habanero 4 liter air Beberapa tetes sabun pencuci piring 1 umbi bawang putih 1 buah bawang bombai kecil 1 sendok teh 5 gram bubuk cabai cayenne atau cabai bubuk biasa 950 ml air 1 sendok makan 15 ml sabun pencuci piring 500 gram daun tomat yang sudah dicacah 950 ml air 1 Carilah lubang pada daun. Ada beberapa jenis serangga yang bermasalah di kebun, termasuk ulat dan kumbang yang menggigiti dan membuat lubang pada daun. Jenis serangga ini dapat menyebabkan kerusakan besar pada tanaman sehingga Anda perlu mengambil langkah untuk membasminya. Selain menggunakan insektisida, Anda juga bisa secara langsung membuang atau membasmi ulat dan kumbang di kebun dengan tangan. Ambil serangga dari tanaman menggunakan jari dan jatuhkan ke dalam ember berisi air sabun.[1] 2 Periksa daun yang mengalami perubahan warna. Warna putih, kuning, atau kecokelatan pada daun dapat menandakan gangguan atau serangan dari serangga seperti tungau atau kutu pada kebun. Kedua serangga tersebut mengisap sari tanaman dan menyebabkan perubahan warna pada daun sehingga tanaman mati. Saat membasmi kutu thrip dan tungau, semprotkan insektisida pada daun, tunas, dan tanah di sekitar tanaman.[2] Kutu thrip merupakan serangga kecil bersayap dengan tubuh ramping. 3 Periksa gangguan atau perubahan bentuk pada daun. Distorsi bentuk seperti daun yang mengeriting atau berbonggol dapat menandakan adanya hama wereng, pianggang, dan kutu di kebun. Serangga-serangga ini mengisap getah tanaman sehingga mengubah bentuk daun dan membuatnya gugur. Serangga seperti ini dapat ditangani dengan menyemprotkan air pada tanaman. Namun, gunakan insektisida untuk gangguan yang lebih serius.[3] 4 Perhatikan titik-titik berwarna hitam, putih, dan kuning pada tanaman. Jamur dan organisme sejenisnya dapat merusak tanaman. Secara spesifik, jamur hitam, embun tepung, dan jamur berbulu dapat menimbulkan bulu-bulu halus atau titik-titik putih pada daun.[4] Masalah ini tidak disebabkan oleh serangga sehingga tidak dapat ditangani dengan insektisida. Langkah terbaik untuk menangani masalah ini adalah mencegah perkembangan jamur dengan menyiram tanaman dari bawah agar dedaunan tidak basah. Cabut daun-daun yang rusak atau menunjukkan tanda-tanda gangguan jamur. 1 Pilihlah air lunak atau air suling. Jenis air yang paling efektif untuk digunakan adalah air lunak. Jika air keran Anda merupakan air lunak, Anda bisa menggunakannya untuk membuat insektisida berbahan dasar sabun. Jika tidak, gunakan air suling dengan kandungan mineral yang sudah dihilangkan. Mineral dalam air sadar membuat sabun tidak dapat larut sehingga semprotan menjadi kurang efektif.[5] 2 Pilihlah sabun pencuci tangan atau sabun pencuci piring. Sabun telah banyak digunakan untuk mengendalikan beragam serangga di kebun. Jenis sabun yang ideal untuk digunakan adalah sabun cair, seperti sabun castile mis. produk Dr. Bronner, sabun cair pencuci tangan, atau sabun pencuci piring mis. Mama Lemon. Hindari sabun bubuk, sabun batangan, dan detergen. Serangga-serangga yang dapat dikendalikan dengan sabun cair adalah[6] Kutu Kumbang Jepang Japanese beetle Tungau laba-laba spider mite Kutu putih Kepik Boxelder Boxelder bug Kutu kebul whitefly Kutu loncat Lipas atau kecoak Serangga sisik 3Campurkan sabun dengan air. Tuangkan air ke dalam mangkuk besar. Tambahkan sabun cair dan aduk campuran secara hati-hati untuk melarutkan sabun dalam air. Jangan mengaduk campuran terlalu cepat atau kuat agar busa tidak sampai muncul. Yang harus Anda lakukan hanya melarutkan sabun dalam air. [7] 4 Masukkan bahan-bahan tambahan jika mau. Ada beberapa bahan yang bisa ditambahkan ke insektisida sabun untuk meningkatkan efektivitasnya dalam membasmi beragam serangga dan masalah di kebun. Dua bahan yang paling terkenal adalah minyak mimba neem poil dan cuka. Minyak mimba merupakan insektisida turunan tanaman yang efektif mengendalikan kumbang, cacing kubis, beet armyworms, agas, dan kutu thrip. [8] Minyak ini juga membuat sisa sabun tetap menempel pada daun, serangga, dan telur-telurnya. Cuka apel efektif melawan embun tepung, penyakit jamur yang memengaruhi banyak tanaman.[9] 5 Pindahkan campuran ke botol semprotan. Masukkan corong ke mulut botol semprotan. Tuangkan campuran sabun ke botol dan lepaskan corong. Pasang kembali penutup botol. Dengan botol semprotan, Anda bisa menggunakan campuran secara langsung pada serangga di tanaman dengan lebih mudah.[10] Untuk menyimpan sisa insektisida, pindahkan campuran ke wadah kedap udara dan tempatkan wadah di tempat bersuhu ruangan hingga maksimal 1 tahun. 1 Buatlah pure bawang putih dengan air suling. Masukkan semua siung bawang putih yang sudah dikuliti ke dalam blender atau alat pemroses makanan. Tambahkan 250 ml air sulit. Haluskan campuran selama 1-2 menit hingga menjadi pasta lembut.[11] Bawang putih mengandung zat belerang yang dapat mengusir berbagai serangga. Dengan menambahkan bawang putih ke dalam insektisida berbahan dasar sabun, Anda bisa membunuh serangga dan mengusirnya agar tidak kembali ke kebun. Jika Anda tidak memiliki blender atau alat pemroses makanan, campurkan bawang putih dan air dalam stoples kaca dan gunakan blender tangan untuk menghaluskannya. Jika Anda tidak memiliki alat penghalus bahan makanan, cincang bawang putih dengan pres bawang atau pisau tajam. 2Tambahkan sisa air. Tuangkan 700 ml air ke dalam blender. Haluskan kembali selama 1-2 menit untuk melembutkan bawang putih dan mencampurkan zat belerang dari bawang putih dengan air. 3 Campurkan sabun dan air bawang putih dalam stoples kaca. Tuangkan air bawang putih ke dalam stoples kaca besar. Tambahkan sabun dan dengan hati-hati aduk campuran. Pastikan Anda hanya melarutkan sabun dengan air dan tidak sampai membuat busa. Pasang kembali tutup stoples jenis sabun yang cocok untuk mengendalikan serangga adalah sabun cair pencuci tangan, sabun castile, dan sabun pencuci piring. 4Diamkan campuran semalaman. Tempatkan stoples berisi campuran di atas meja dan diamkan selama 12-14 jam. Dengan mendiamkannya, bawang putih dapat mengeluarkan zat belerang pengusir serangga dan mencampurkannya dengan air.[12] 5 Saring campuran dan masukkan ke dalam botol. Tempatkan kain saringan tahu cheesecloth di dalam saringan kasa halus, dan masukkan saringan tersebut ke dalam mangkuk besar. Tuangkan campuran bawang putih ke dalam saringan agar air turun ke dalam mangkuk di bawahnya. Setelah itu, pindahkan air bawang putih ke dalam botol semprotan dan pasang tutup botol.[13] Sisa campuran dapat disimpan di dalam wadah kedap udara, di dalam kulkas. Karena mengandung bawang putih, gunakan insektisida ini dalam seminggu.[14] 1Masukkan 4 liter air ke dalam panci. Pastikan panci cukup besar untuk mendidihkan air tanpa tumpah. Anda perlu mendidihkan campuran dalam waktu yang cukup lama.[15] 2Tambahkan 3 sendok makan 15 gram cabai kering atau 10 buah cabai segar yang suda dipotong-potong. Anda bisa menggunakan cabai cayenne, jalapeno, atau habanero atau cabai merah dan cabai rawit biasa. Aduk cabai dengan air.[16] 3 Rebus campuran selama 15 menit. Perebusan mempercepat proses pembuatan insektisida karena panas membantu mengeluarkan minyak cabai dan mencampurkannya dengan air. Perhatikan panci saat merebus cabai kering agar air tidak sampai meluap.[17] Pastikan Anda mengenakan sarung tangan saat memegang cabai. 4 Matikan api dan diamkan campuran selama 24 jam. Air akan bercampur dengan minyak dan kandungan cabai sehingga menjadi mau, Anda tidak perlu merebus cabai dan bisa merendam cabai dalam air selama 36-48 jam.[18] 5Saring cabai dari air menggunakan kain saringan tahu. Tempatkan mangkuk bersih di bawah kain, kemudian tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui saringan. Sekarang hanya ada campuran cabai yang tersisa di dalam mangkuk.[19] 6Tambahkan beberapa tetes sabun pencuci piring. Sabun membantu insektisida agar tetap menempel pada tanaman sehingga dapat bekerja. Anda tidak perlu menambahkan banyak sabun; cukup beberapa tetes saja.[20] 7Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan. Botol semprotan memudahkan Anda saat menggunakan insektisida pada tanaman. Pastikan Anda melabeli botol agar bisa mengingat atau mengetahui isinya.[21] 1Haluskan satu umbi bawang putih hingga menjadi pasta. Kupas bawang dan potong menjadi bagian-bagian kecil. Gunakan lumpang dan alu atau sendok dan mangkuk untuk menghaluskan bawang putih hingga menjadi pasta.[22] 2 Lembutkan bawang bombai kecil hingga menjadi pasta. Kupas bawang dan potong menjadi bagian-bagian kecil. Masukkan potongan-potongan tersebut ke dalam blender dan haluskan.[23] Jika Anda tidak memiliki blender, Anda bisa menghaluskan bawang bombai secara manual menggunakan alat pemotong sayur. 3Campurkan bawang putih dan bawang bombai. Tambahkan pasta bawang putih ke dalam blender dan campurkan kedua bahan. Sekarang Anda memiliki cairan atau pasta kental dari kedua bahan yang sudah dihaluskan.[24] 4 Tambahkan 1 sendok teh 5 gram cabai cayenne bubuk atau cabai bubuk biasa. Campurkan semua bahan hingga Anda tidak memiliki blender, Anda masih bisa mencampurkan bahan-bahan dalam mangkuk besar. 5Tuangkan 950 ml air ke dalam campuran dan diamkan. Biarkan campuran selama 1 jam. Sari bawang putih, bawang bombai, dan cabai akan meresap ke dalam air dan menghasilkan insektisida.[25] 6Saring campuran menggunakan kain saringan tahu. Tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui kain untuk menyaring bahan padat. Sekarang Anda memiliki semangkuk campuran insektisida.[26] 7Tambahkan 1 sendok makan sabun pencuci piring ke dalam campuran. Aduk hingga menjadi insektisida. Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan, kemudian semprotkan pada tanaman.[27] 8Simpan insektisida di dalam kulkas selama maksimal 1 minggu. Tutup dan labeli wadah yang digunakan untuk menyimpan insektisida. Anda perlu mengganti insektisida setiap minggu karena campuran akan kehilangan kekuatannya.[28] 1Tuangkan 475 ml air ke dalam mangkuk besar. Mangkuk harus berukuran cukup besar untuk menampung sekitar 950 ml air. Untuk melindungi meja, alasi mangkuk dengan handuk.[29] 2 Masukkan 500 gram daun tomat ke dalam air. Ada baiknya Anda menggunakan daun tomat yang sudah dicacah dan diambil dari bagian bawah tanaman. Aduk tomat dengan air dan diamkan.[30] Tomat merupakan anggota famili terung-terungan yang menghasilkan zat pengusir kutu alami. 3Biarkan sari tomat meresap dalam air semalaman. Tutupi mangkuk dengan handuk untuk melindungi campuran dari debu, hama, dan kotoran. Sari dari daun tomat akan bercampur dengan air dan menjadi insektisida.[31] 4Saring daun dari campuran menggunakan saringan. Tempatkan mangkuk di bawah saringan, kemudian tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui saringan tersebut. Sekarang Anda memiliki semangkuk campuran air dan daun tomat yang pekat.[32] 5Tambahkan 475 ml air tambahan. Karena insektisida yang dibuat cukup pekat, Anda perlu menambahkan lebih banyak air sebelum digunakan. Aduk air untuk mencampurkan bahan-bahan secara merata.[33] 6Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan. Pastikan Anda melabeli botol. Sekarang insektisida sudah siap digunakan.[34] 1Semprotkan tanaman di pagi atau malam hari. Insektisida berbahan dasar sabun perlu disemprotkan secara langsung pada serangga agar dapat bekerja dan agar terkena serangga, Anda perlu menyemprotkannya pada tanaman. Jika Anda melakukan penyemprotan di cuaca yang panas atau di tengah hari, daun tanaman dapat terbakar. Waktu terbaik untuk menggunakan insektisida ini adalah pagi dan malam hari.[35] 2 Jangan semprotkan insektisida pada tanaman yang sensitif terhadap sabun. Beberapa tanaman dapat rusak atau mati akibat sabun, dan Anda tidak boleh menggunakan insektisida berbahan dasar sabun pada varietas tersebut. Beberapa jenis tanaman yang perlu dihindari adalah[36] Kacang manis Ceri Prem Krokot Portulaca Beberapa varietas tomat 3 Uji insektisida pada beberapa daun. Untuk memastikan sabun tidak akan merusak tanaman, penting bagi Anda untuk mengujinya terlebih dahulu pada bagian tanaman yang kecil sebelum menyemprotkannya pada seluruh tanaman. Pilih beberapa daun yang rusak akibat serangga dan semprotkan insektisida pada bagian atas dan bawahnya agar serangga terpapar racun. Diamkan selama 2 hari dan periksa kerusakan pada daun.[37] Jika daun mengalami kerusakan akibat insektisida, encerkan larutan dan uji kembali campuran. Jika daun tampak sehat, semprotkan insektisida pada bagian tanaman yang lebih besar. 4 Larutkan konsentrasi sabun jika perlu. Sebagian besar insektisida berbahan dasar sabun menggunakan larutan sabun berkonsentrasi 2 persen. Untuk tanaman yang menunjukkan reaksi buruk atau rusak saat terkena sbaun, cobalah kurangi konsentrasi sabun menjadi 1 persen. Untuk membuat konsentrasi dari awal, campurkan 950 ml air dengan 2 sendok teh 10 ml sabun cair.[38] Anda juga bisa menambahkan 950 ml air ke dalam larutan sabun 2 persen yang sudah dibuat. 5 Semprotkan insektisida pada serangga. Cari daun dan tanaman yang diserang serangga dan semprotkan campuran pada bagian atas dan bawah daun. Insektisida harus mengenai serangga secara langsung. Jika tidak, campuran tidak dapat bekerja. Semprotkan pula batang tanaman dan tanah jika perlu.[39] Biarkan semprotan menempel pada daun selama beberapa jam. 6Bilas daun dengan air. Setelah beberapa jam, siapkan slang kebun atau botol semprotan berisi air tawar dan semprotkan daun yang sudah dilapisi insektisida. Bilasan ini akan mengangkat sisa larutan sabun dan mencegah kerusakan pada tanaman.[40] 7 Ulangi penanganan seperlunya selama maksimal satu minggu. Karena insektisida harus mengenai serangga secara langsung, Anda mungkin perlu melakukan penyemprotan beberapa kali. Semprotkan tanaman setiap hari selama 4-7 hari, atau hingga semua hama mati.[41] Jika Anda masih melihat hama atau serangga pada tanaman, cobalah buat campuran dengan sabun lain atau gunakan produk insektisida komersial. Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Dalam mengendalikan wereng Insektisida Plenum 50 WP sudah tidak di ragukan lagi keampuhannya, namun ada sebagian petani yang pernah mencoba menggunakan insektisida plenum tetapi wereng tidak jua mati dan berakhir dengan kesia - siaan. Hal ini bisa terjadi karena Wereng sudah mengalami resistansi terhadap bahan aktif pada insektisida plenum atau juga kemungkinannya petani salah dalam menentukan dosis plenum per tengki nya. Menurut kami, kebanyakan petani salah dalam menentukan dosis plenum per tengki sehingga wereng masih tetap bisa hidup meski telah di semprot menggunakan insektisida ini. Karena Insektisida Plenum 50 WP berbentuk butiran serbuk sehingga menentukan dosis per tengkinya menjadi sedikit menyulitkan bagi para petani dalam mengaplikasikan racun wereng ini. Perlu di ingat!. Bahwa sedahsyat dan seampuh apapun sebuah racun wereng, jika di gunakan kurang dari takaran dosis yang di tetapkan maka hasilnya tidak akan sempurna. Maka diperlukan cara khusus dalam menggunakan insektisida Plenum ataupun insektisida sejenis yang berbentuk tepung atau butiran, sehingga menentukan dosis per tengki nya menjadi lebih mudah. Dosis anjuran pakai plenum sendiri pada tiap hektare sawah adalah 250 - 300 gram / ha, jadi agar mudah menentukan dosis plenum pertangki yang di butuhkan adalah sendok ukur atau gelas sisa kemasan air minaral. Jika anda menggunakan sendok ukur maka gunakan dosis 25 - 30 gram plenum pada tiap tengki semprotnya, dengan asumsi 10 tengki pada 1 hektare sekali aplikasi, namun jika anda tidak mempunyai sendok ukur maka gunakanlah gelas bekas sisa air mineral. Jika anda menggunakan gelas bekas maka ikutilah cara berikut ini dan jangan lupa untuk menyediakan ember wadah sebagai penampung. Ambilah air dengan menggunakan gelas sisa air mineral sebanyak 10 gelas asumsi 10 tengki per hektare, jika lebih tinggal disesuaikan jumlahnya dan masukan kedalam ember, setelah ember terisi oleh air lalu larutkan 250 - 300 gram plenum dan aduk sampai tidak adalagi butiran plenum tersisa. Setelah seluruh butiran plenum larut kedalam air maka gunakanlah satu gelas larutan plenum untuk setiap satu tengki semprot, baik itu tengki ukuran 14 liter atau 17 liter air. Demikianlah Cara Menentukan Dosis Plenum Per Tengki, Semoga bermanfaat. Terimaksaih.
Insektisida Virtako Sebagian besar petani padi pasti tidak asing dengan Insektisida Virtako, Ya memang kemasyhuran insektisida ini sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, tetapi ironisnya masih banyak petani yang tidak mengetahui ukuran DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI yang tepat. Banyak sekali kami jumpai petani yang tidak mengetahui ukuran dosis virtako untuk padi yang pas dan sesuai, kebanyakan petani hanya menerka - nerka ukuran dosis virtako. Ketika menggunakan virtako untuk padi, kebanyakan petani mengukur dosisnya dengan menggunakan tutup botol kemasan virtako, padahal ukuran seperti ini belum terjamin ketepatannya. Jika menggunakan insektisida virtako yang tidak sesuai dosis maka efeknya akan negatif, misalnya jika ukuran dosisnya kurang maka daya kerja bahan aktif insektisida Virtako tidak akan maksimal dalam mengendalikan hama sasaran. Dan jika ukuran dosisnya lebih maka akan terjadi pemborosan, karena kita ketahui semua, bahwa harga Virtako yang tergolong mahal. Maka dari itu sangat penting untuk menentukan dengan tepat ukuran dosis virtako untuk padi. Agar ukuran dosis virtako untuk tanaman padi menjadi tepat, maka di perlukan alat ukur pestisida yang berupa mangkuk kecil atau bisa juga menggunakan pipet. Mangkuk kecil untuk ukuran dosis pestisida bisa kita dapat secara percuma dengan membeli insektisida Abacel, Ares, dan lain sebagainya. Tetapi kita juga bisa membelinya di kios kios penjual pestisida. Setelah mempunyai alat ukurnya, maka menentukan dosis virtako untuk tanaman padi akan jadi mudah, dan pastinya sesuai standar penggunaannya. DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI Menurut anjuran pakai yang tertera pada kemasan insektisida virtako, Dosis virtako untuk tanaman padi yang standar adalah 150 ml virtako perhektare. Untuk penyemprotan dengan dosis 150 ml/ha dengan volume semprot standar sekurang - kurangnya 300 liter air perhektar atau kira-kira 20 tangki perhektar untuk tangki semprot ukuran 15 liter. Dengan perhitungan seperti itu maka dosis virtako pertengki 15 liter air membutuhkan 7,5 ml virtako, sedangkan untuk ukuran tengki 17 liter adalah 8 ml virtako. Untuk mencapai hasil yang maksimal dan optimal, volume semprot tidak boleh kurang dari 20 tangki perhektar, karena walaupun virtako bekerja secara sistemik, tetap saja memerlukan pemerataan penyemprotan pada tanaman padi agar mendapatkan hasil yang sempurna. Demikianlah DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI semoga tulisan ini bermanfaat, share artikel ini agar tidak terjadi lagi kesia - sia penggunaan virtako. Terimakasih
dosis insektisida spontan per tangki